Risiko Mengganggu Pernapasan Bayi saat tidur tengkurap

Dari beberapa penelitian, angka sindrom bayi meninggal mendadak terbukti lebih tinggi pada bayi tidur tengkurap. Salah satu teori menyebutkan bahwa bayi yang tidur tengkurap akan memberi tekanan pada rahang, sehingga mempersempit saluran pernapasan.

Teori lainnya mengatakan, bayi dalam sindrom tersebut menghirup kembali udara yang telah dikeluarkannya. Hal ini membuat kadar oksigen pada tubuh bayi turun, sementara karbon dioksida meningkat. Akhirnya, tubuh bayi menjadi kekurangan oksigen dan memicu sindrom kematian bayi mendadak.

Namun, tidak selamanya bayi tidur tengkurap berbahaya. Seiring perkembangan usia, maka kemampuan bayi mengendalikan tubuhnya juga akan meningkat. Sekitar usia lima bulan, bayi akan mulai bisa menggulingkan tubuh ke arah depan atau belakang. Pada usia ini, tidak mustahil bayi mengubah sendiri posisi tidur menjadi tengkurap.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*